Laporan praktikum pengaruh Ph terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau
TUGAS
PRAKTIKUM BIOLOGI
PENGARUH
Ph TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN KACANG HIJAU
PEMBIMBING
: IRA KUSUMAWANTI,M.Si
KELOMPOK
: I
NAMA:
1.ACHMAD
FITRIADI AKBAR
2.EMELIA
RAVIKA
3.M.HIDAYATULAH
4.NOOR
HAFIZI
5.NORIANA
APRIANI
KELAS
: XII IPA II
MADRASAH
ALIYAH NEGERI BARITO UTARA
TAHUN
AJARAN 2017/2018
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Salah satu ciri
organisme adalah tumbuh dan berkembang. Kedua aktifitas kehidupan ini tidak
dapat dipisahkan karena prosesnya berjalan bersamaan. Pertumbuhan diartikan
sebagai pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversibel.
Irreversibel maksudnya tidak dapat kembali pada keadaan awal. Sedangkan
perkembangan adalah proses menuju kedewasaan. Pertumbuhan pada tanaman terbagi
dalam beberapa tahapan, yaitu perkecambahan yang diikuti oleh pertumbuhan
primer dan pertumbuhan sekunder. Perkecambahan merupakan proses munculnya
tanaman kecil dari dalam biji. Untuk itu perlu diketahui bagaimana proses
perkecambahan itu terjadi beserta kondisi pada kecambah yang diberikan faktor
faktor perkecambahan.
Dalam melangsungkan
pertumbuhan, selain membutuhkan cahaya dan air, tumbuhan juga membutuhkan
faktor lain, salah satunya pH tanah atau media tempat tanaman itu tumbuh.
Sebagai makhluk hidup, kita perlu belajar untuk mengetahui peranan pH terhadap
perkembangan tumbuhan.
1.2
JUDUL PRAKTIKUM
Pengaruh derajat
keasaman (pH) terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau.
1.3 RUMUSAN MASALAH
1.
1.Apakah ada pengaruh ph terhadap
pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau?
2.
2.Berapakah ph yang optimal untuk
prtumbuhan dan perkembangan kacang hijau?
1.4 TUJUAN PENELITIAN
1.
Untuk mengetahui pengaruh pH asam cuka
terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau.
2.
Mempelajari dan mengetahui perbedaan
perkecambahan kacang hijau pada media yang memiliki pH berbeda.
1.5 MANFAAT PENELITIAN
1. Mengetahui
salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
2. 2.Memperoleh
pengalaman dalam melakukan penelitian ilmiah
3. Hasil penelitan ini dapat digunakan sebagai bahan
penelitian lanjutan dan dapat diterapkan di seluruh Indonesia agar kualitas
produksi tanaman di Indonesia semakin baik
1.6 HIPOTESIS
pH sangat berpengaruh
terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1
TANAMAN KACANG HIJAU
Menurut Setijo Pitojo (2004) Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, tanaman kacang
hijau ini diklasifikasikan seperti berikut.
Divisi
:
Spermatophyt
Sub-Divisi
: Angiospermae
Kelas
: Dicotyledonae
Ordo
: Rosales
Famili
: Papilionaceae
Genus
: Vigna
Spesies
: Vigna Radiata L.
Kacang hijau merupakan tanaman pangan semusim berupa semak yang tumbuh
tegak. Tanaman kacang hijau adalah tanaman berumur pendek (60 hari). Panen
kacang hijau dilakukan beberapa kali dan berakhir pada hari 84 setelah tanam.
Susunan tubuh tanaman kacang hijau terdiri atas akar, batang, daun, bunga,
buah, dan biji. Perakaran tanaman kacang hijau bercabang banyak dan membentuk
bintil akar (nodul) akar. Adapun deskripsi masing-masing bagian tanaman
tersebut dijelaskan sebagai berikut.
Akar
tanaman kacang hijau berakar tunggang. Sistem perakaran dibagi menjai dua,
yaitu mesophites dan xerophites. Mesophites mempunyai banyak cabang akar pada
permukaan dan tipe pertumbuhannya menyebar. Sementara xerophites memiliki akar
cabang lebih sedikit memanjang ke arah bawah .
Batang
kacang hijau berbentuk bulat dan berbuku-buku. Ukuran batangnya kecil, berbulu
berwarna hijau kecoklatan atau kemerahan. Setiap buku batang menghasilkan satu
tangkai daun, kecuali pada daun pertama berupa sepasang daun yang berhadapan
dan masing-masing daun berupa daun tunggal. Batang kacang hijau tumbuh tegak
dengan ketinggian mencapai 1 m, cabang menyebar ke semua arah.
Daun
kacang hijau tumbuh majemuk, terdiri dari tiga helai anak daun setiap tangkai.
Helai daun berbentuk oval dengan bagian ujung lancip dan berwarna hijau muda
hingga hijau tua, letak daun berselip. Tangkai daun lebih panjang dari pada
daunnya sendiri.
Bungga kacang hijau berbentuk seperti kupu-kupu dan berwarna kuning
kehijauan atau kuning pucat. Bunganya termasuk jenis hermaprodit atau
berkelamin sempurna. Proses penyerbukan terjadi pada malam hari sehingga pada
pagi harinya bunga akan mekar dan pada sore hari menjadi layu.
Buah kacang hijau berbentuk polong. Panjang polong sekitar 5-16 cm. Setiap
polong berisi 10-15 biji. Polong kacang hijau berbentuk bulat silindris atau
pipih dengan ujung agak runcing atau tumpul. Polong muda berwarna hijau,
setelah itu berubah menjadi kecoklatan atau kehitaman. Polongnya mempunyai
rambut-rambut pendek atau berbulu.(Sativo Amor,2014)
Kacang hijau memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan merupakan sumber mineral penting, antara lain kalsium dan fosfor. Sedangkan kandungan lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh.
Kandungan kalsium dan
fosfor pada kacang hijau bermanfaat untuk memperkuat tulang. Kacang hijau juga
mengandung rendah lemak yang sangat baik bagi mereka yang ingin menghindari
konsumsi lemak tinggi. Kadar lemak yang rendah dalam kacang hijau menjadikan
bahan makanan atau minuman yang terbuat dari kacang hijau tidak mudah berbau.
Lemak kacang hijau
tersusun atas 73% asam lemak tak jenuh dan 27% asam lemak jenuh. Umumnya
kacang-kacangan memang mengandung lemak tak jenuh tinggi. Asupan lemak tak
jenuh tinggi penting untuk menjaga kesehatan jantung.
Kacang hijau mengandung
vitamin B1 yang berguna untuk pertumbuhan dan vitalitas pria. Maka kacang hijau
dan turunannya sangat cocok untuk dikonsumsi oleh mereka yang baru menikah.
Kacang hijau juga
mengandung multi protein yang berfungsi mengganti sel mati dan membantu
pertumbuhan sel tubuh, oleh karena itu anak-anak dan wanita yang baru saja
bersalin dianjurkan untuk mengkonsumsinya.(Wikipedia,2015)
2.2 FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN
2.2.1.FAKTOR INTERNAL
- GEN/INTRASELULER
Gen merupakan substansi
pembawa sifat yang diturunkan dari induk ke generasi selanjutnya. Gen
mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup dimana pada tanaman mempengaruhi
bentuk tubuh, warna bunga, dan rasa buah. Gen juga menentukan kemampuan
metabolisme sehingga sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman
tersebut. Tanaman yang memiliki gen tumbuh yang baik akan tumbuh dan berkembang
cepat sesuai dengan periodenya.
Meskipun faktor dari
gen sangat penting, namun faktor ini bukan satu-satunya yang menentukan pola
pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Di samping itu ada faktor lingkungan yang
ikut berpengaruh. Misalnya pada tanaman yang memiliki sifat unggul, hanya dapat
tumbuh dengan cepat, berbuah lebat, dan rasanya manis di lahan yang subur dan
kondisinya sesuai. Bila ditanam di lahan tandus dan kondisinya tidak sesuai,
pertumbuhan dan perkembangan tanaman ini tidak akan optimal. (https://farming.id/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan-dan-perkembangan-tanaman/)
2.HORMON/INTERSELULER
Hormon merupakan
senyawa kimia yang diproduksi dalam konsentrasi yang kecil oleh tubuh yang akan
memengaruhi sel atau organ target. Berikut adalah beberapa hormon pada tumbuhan
yang membantu dalam proses pertumbuhan dan perkembangan antara lain hormon
auksin, hormon giberelin, hormon sitokinin, asam absisat, gas etilen. Berikut
adalah penjelasan masing-masing hormon tersebut.
1. Hormon Auksin
Hormon auksin merupakan
senyawa kimia Indol Asetic Acid (IAA) dihasilkan dari sekresi pada titik tumbuh
yang terletak pada ujung tunas (terdiri atas batang dan daun), ujung akar, daun
muda, bunga, buah, dan kambium. Jika hormon auksin berada di ujung tunas, maka
akan diangkut oleh jaringan berkas pembuluh (xilem dan floem) menuju ke tunas
untuk tumbuh dan pemanjangan sel-sel jaringan batangnya.
2. Hormon Giberelin
Hormon giberelin secara
alami terdapat pada bagian tertentu tumbuhan yaitu pada buah dan biji saat
berkecambah. Hormon giberelin berperan dalam dominansi apikal, pemanjangan sel,
perkembangan buah, perbungaan, dan mobilisasi cadangan makanan dari dalam biji.
Giberelin juga ikut berpengaruh terhadap pembentukan akar tumbuhan karena
giberelin umum terdapat di bagian meristematik pada akar.
3. Hormon Sitokinin
Sitokinin merupakan
hormon tumbuh yang terdapat pada tubuh tumbuhan. Sitokinin dibentuk pada sistem
perakaran. Fungsi hormon tersebut adalah:
- Merangsang pertumbuhan akar sehingga lebih cepat memanjang
- Mempercepat pelebaran daun
- Perangsang pertumbuhan tanaman ke arah samping dan pucuk tanaman
- Merangsang aktivitas pembelahan sel
- Membantu perkecambahan biji
4. Asam Abisat
Asam absisat (ABA)
merupakan penghambat (inhibitor) dalam kegiatan tumbuhan. Hormon ini dibentuk
pada daundaun dewasa. Asam absisat mempunyai peran fisiologis diantaranya
adalah:
- Mempercepat absisi bagian tumbuhan yang menua, seperti daun, buah dan dormansi tunas.
- Menginduksi pengangkutan fotosintesis ke biji yang sedang berkembang dan mendorong sintesis protein simpanan.
- Mengatur penutupan dan pembukaan stomata terutama pada saat cekaman air.
5. Gas Etilen
Gas etilen adalah suatu
gas yang dihasilkan oleh buah yang sudah tua sehingga buah menjadi matang.
Fungsi etilen adalah menyebabkan buah menjadi masak, menyebabkan pertumbuhan
batang menjadi kokoh dan tebal, dapat memacu pembungaan, yang bekerja bersamaan
dengan auksin dan bersama giberelin dapat mengatur perbandingan bunga betina
dan jantan pada tumbuhan berumah satu.
6.Asam Traumalin
(Hormon luka)
Tanaman mampu
memperbaiki kerusakan atau luka yang terjadi pada tubuhnya (regenerrasi).
Kemampuan ini dipengaruhi oleh hormone luka (asam traumalin). Hormon ini
berfungsi merangsang pembelahan sel pada bagian jaringan tumbuhan yang terluka
sehingga jarian yang rusak akan digantikan dengan jaringan baru.
7. Kalin
Kalin adalah hormon yang berperan dalam
proses organogenesis. Kalin berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi empat
jenis, yaitu:
Rizokalin, hormon yang memperngaruhi
pembentukan akar.
Kaulokalin, hormon yang mempengaruhi
pembentukan batang.
Filokalin, hormon yang mempengaruhi
pembentukan daun.
Antokalin, hormon yang mempengaruhi
pembentukan bunga.
(https://m-sekolah.blogspot.com/2017/07/faktor-eksternal-internal-pertumbuhan-tumbuhan.html)
2.2.2
FAKTOR EKSTERNAL
Faktor-faktor eksternal
yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan di antaranya adalah cahaya,
temperatur, kandungan air, kesuburan tanah, kelembapan, dan Ph tanah. Berikut
adalah masing-masing penjelasannya:
1. Cahaya
Cahaya mutlak
diperlukan dalam proses fotosintesis. Cahaya secara langsung berpengaruh
terhadap pertumbuhan setiap tanaman. Pengaruh cahaya secara langsung dapat
diamati dengan membandingkan tanaman yang tumbuh dalam keadaan gelap dan
terang. Pada keadaan gelap, pertumbuhan tanaman mengalami etiolasi yang
ditandai dengan pertumbuhan yang abnormal (lebih panjang), pucat, daun tidak
berkembang, dan batang tidak kukuh. Sebaliknya, dalam keadaan terang tumbuhan
lebih pendek, batang kukuh, daun berkembang sempurna dan berwarna hijau. Dalam
fotosintesis, cahaya berpengaruh langsung terhadap ketersediaan makanan.
Tumbuhan yang tidak terkena cahaya tidak dapat membentuk klorofil, sehingga
daun menjadi pucat.
2. Temperatur (Suhu)
Temperatur sangat
berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan. Hal ini karena berkaitan dengan
aktivitas enzim dan kandungan air dalam tubuh tumbuhan. Semakin tinggi
temperatur, semakin besar pula transpirasi. Akan tetapi, kandungan air dalam
tubuh tumbuhan akan semakin rendah sehingga proses pertumbuhan akan semakin
lambat. Temperatur yang rendah dapat memecahkan masa istirahat pucuk atau biji.
Perlakuan temperatur yang rendah akan memacu pembentukan ruas yang lebih
panjang daripada ruas dari tumbuhan yang tumbuh di daerah bertemperatur tinggi.
Perlakuan dengan temperatur dapat merangsang perkecambahan biji, peristiwa ini
dinamakan vernalisasi.
3. Kandungan Air
Air merupakan senyawa
yang sangat penting bagi tumbuhan. Air berfungsi membantu reaksi kimia dalam
sel. Selain itu, air menunjang proses fotosintesis dan menjaga kelembapan.
Kandungan air yang terdapat dalam tanah berfungsi sebagai pelarut unsur hara
sehingga unsur hara tersebut mudah diserap oleh tumbuhan. Selain itu, air
memelihara temperatur tanah yang berperan dalam proses pertumbuhan. Pertumbuhan
akan berlangsung lebih aktif pada malam hari daripada siang hari karena pada
malam hari kandungan air dalam tubuh tumbuhan lebih tinggi daripada siang hari.
4. Makanan (Nutrisi)
Semua makhluk hidup
membutuhkan makanan (nutrisi) untuk sumber energi. Unsur yang diperlukan
tumbuhan dalam jumlah besar yang disebut elemen makro atau unsur makro. Elemen
makro terdiri atas karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur, fosfor, kalium,
dan magnesium. Selain itu, ada elemen yang disebut elemen mikro atau unsur
mikro seperti besi, klor, tembaga, seng, molibdenum, boron, dan nikel. Elemen
mikro adalah unsur yang diperlukan tumbuhan dalam jumlah sedikit
5. Kelembapan
Tanah lembap sangat
cocok untuk pertumbuhan, terutama saat perkecambahan biji. Hal ini karena tanah
lembap menyediakan cukup air untuk mengaktifkan enzim dalam biji serta
melarutkan makanan dalam jaringan. Tingkat pengaruh kelembapan udara atau tanah
pada tumbuhan berbeda-beda. Ada tanaman yang membutuhkan kelembapan udara dan
kelembapan tanah yang tinggi, misalnya lumut hati. Sebaliknya, ada juga tanaman
yang tumbuh dengan baik pada dengan kelembapan udara dan tanah kelembapan
rendah, misalnya Aloe vera (lidah buaya) dan beberapa jenis tanaman anggrek.
6. Oksigen
Oksigen diperlukan
untuk proses respirasi aerob. Melalui proses tersebut, tumbuhan dapat memeroleh
energy untuk pertumbuhannya. Tumbuhan yang kekurangan oksigen dapat mengalami
kematian.
7.Nilai pH (Tingkat
keasaman)
Nilai pH yang dimaksud
adalah pH tanah. Nilai pH dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan. Hal ini karena nilai pH menentukan kemampuan tumbuhan dalam mengambil
unsur hara dalam tanah. Jika nilai pH tidak sesuai, tanaman dapat mengalami
keracunan. ( https://tugassekolah2016.wordpress.com/2016/09/19)
BAB
III
METODE
PENELITIAN
3.1
WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN
Waktu penelitian 3
November – 17 November 2017 dan tempat
penelitian Labolatorium Biologi MAN Barito Utara
3.2 ALAT DAN BAHAN
3.2.1 Alat
1).Tiga buah gelas air minum kemasan
2).Gelas ukur
3).Pipet tetes
4).Tabung reaksi
5).kertas label
6).ATK
3.2.2 Bahan
1).Biji kacang hijau
2).kapas sebagai media
3).Air
4).Asam cuka 5% dan 10%
5). pH meter untuk mengukur derajat
keasaman
3.3 VARIABEL
1).Variabel bebas : tingkat keasaman
2).variabel terikat : parameter
perkecambahan,pertumbuhan,dan perkembangan
3).Variabel control : Intensitas cahaya
dan jumlah penyiraman air
3.4 CARA KERJA
·
Siapkan 3 buah mangkuk.
·
Berilah label pada setiap mangkuk (label
A,B,dan C).
·
Letakkan kapas secukupnya secara merata.
·
Siram kapas dengan larutan yang berbeda.
Mangkuk A disiram 10 mL air tanpa campuran asam cuka, mangkuk B disiram 10 mL
larutan cuka 5%, dan mangkuk C disiram 10 mL larutan cuka 10%.
·
Setelah itu letakkan masing-masing 5
biji kacang hijau di atas kapas pada ketiga mangkuk. Ukur pH media pada setiap
mangkuk menggunakan pH meter.
·
Lakukan penyiraman setiap hari dengan
jumlah yang sama. Mangkuk A disiram air tanpa campuran asam, mangkuk B disiram
asam cuka 5%, dan mangkuk C disiram asam cuka 10%.
·
Lakuakan pengamatan harian selama 7 hari
untuk mengamati perkecambahan biji, dan 7 hari berikutnya untuk mengamati
pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau.
3.5 CARA
PENGAMBILAN DATA
Data
diperoleh dari hasil eksperimen atau hasil percobaan.
1. Data
Kualitatif
Morfologi
tanaman kacang hijau. Berupa morfologi akar kacang hijau, morfologi batang dan
daun kacang hijau, dan morfologi bunga dan biji kacang hijau.
2. Data
Kuantitatif
Hasil
pengukuran tinggi batang kacang hijau dan jumlah daun kacang hijau.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 HASIL
4.1.1 Hasil pertumbuhan Biji Kacang Hijau
Tabel
1.1 Perkecambahan
|
Kelompok
|
Biji Kacang Hijau
|
Biji Berkecambah Pada Hari ke-
|
||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
||
|
I
|
1
2
3
4
5
|
P
|
P
|
P
|
|
|
|
|
|
II
|
1
2
3
4
5
|
-
-
-
-
-
|
|
|
|
|
|
|
|
III
|
1
2
3
4
5
|
-
-
-
-
-
|
|
|
|
|
|
|
Tabel 1.2
Pertumbuhan
4.1.2 Hasil perkembangan
|
Hal yang diamati
|
Deskripsi
|
||
|
Kelompok I
|
Kelompok II
|
Kelompok III
|
|
|
Warna daun
|
Hijau tua
|
-
|
-
|
|
Warna batang
|
Putih kehijauan
|
-
|
-
|
|
Keadaan daun
|
Rata
|
-
|
-
|
|
Keadaan batang
|
Kukuh
|
-
|
-
|
|
Keadaan akar
|
Meruncing
|
-
|
-
|
|
Keadaan tanaman
|
Hidup
|
Mati
|
Mati
|
Catatan
*Kelompok
1 adalah Ph Netral (Ph=7)
*Kelompok
2 adalah Ph 4 (10% cuka)
*Kelompok
3 adalah Ph 3 (5% cuka)
4.2 PEMBAHASAN
Pada
pH netral, Pertumbuhan batang paling bagus terjadi pada hari terakhir yakni
dengan pertambahan 26 cm rata-rata dari 5 buah batang, sedangkan untuk
pertumbuhan akar yang mengalami kenaikan signifikan terjadi pada hari ke 10
dengan kenaikan 4 cm dari hari sebelumnya. Untuk pertumbuhan banyak jumlah daun
setiap hari tidak terlihat pertumbuhan yang maksimal.
Pada pH asam,pertumbuhan dari biji kacang
hijau tidak terlihat sampai pada hari terakhir pada pH 3 dan 4 tidak mengalami
pertumbuhan yang signifikan dia hanya terlihat mencoba keluar dari kulit nya
saja.
Dari eksperimen yang telah dilakukan,
diperoleh data seperti yang telah dicantumkan di atas. Pada tanaman kacang
hijau yang disiram dengan ph netral pertumbuhan paling tinggi dibangingkan
dengan tanaman yang disiram dengan larutan asam ,pertambahan tinggi tanaman
relatif stabil. Dan di hari akhir pengamatan, tanaman tumbuh paling
tinggi dengan batang yang kokoh dan daun yang lebar serta berwarna hijau tua.
Hal itu dikarenakan pada pH netral, kebanyakan unsur hara berada dalam keadaan
siap untuk diserap tanaman.Sedangkan pada pH asam, Dari grafik tersebut
dinyatakan bahwa pada pH asam tumbuhan kacang hijau sama sekali tidak bisa
berkembang. Hal ini terjadi karena tanaman mengalami kekurangan nutrisi dan
keracunan beberapa unsur logam yang banyak terkandung pada pH asam.
Tanaman juga mengalami klorosis karena kekurangan unsur hara magnesium
BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Dari
data diatas, dapat kita lihat simpulkan bahwa pH memang sangat berpengaruh
terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Dari
data di atas juga, dapat disimpulkan bahwa kecambah kacang hijau lebih mudah
dan cepat tumbuh pada media yang mempunyai pH netral. Itu dapat dilihat dari
banyaknya kecambah yang tumbuh pada media yang mempunyai pH netral dibandingkan
dengan kecambah pada media dengan pH 3 dan 4 tidak tumbuh sama sekali kecambah.
Karena tumbuhan yang ada pada media asam akan mati karena tumbuhan keracunan
oleh asam.
5.2 SARAN
Jika
ingin menanam kacang hijau sebaiknya pada media yang mempunyai pH netral,
karena pada pH netral ini kecambah kacang hijau lebih mudah dan cepat tumbuh.
Komentar
Posting Komentar